Arsip Kategori: Tak Berkategori

Bagaimana Aku Bisa Rindu Kepada Kekasih-Mu, Ya Allah?

Iklan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ayo bersama-sama kita ramaikan acara persembahan spesial dari Komunitas One Day One Juz “ODOJ Untuk Negeri”, dan raih kesempatan memenangkan HADIAH UMROH untuk 3 orang.

In Syaa Allah dilaksanakan pada:

Hari       : Ahad

Tanggal : 30 Agustus 2015

Waktu   : 06.30 WIB-selesai

Tempat : Masjid Istiqlal Jakarta Pusat

Dihadiri oleh : Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Umar Faishol, Peggy Melati Sukma, Ali Zainal, Baim Wong, Tommy Kurniawan, Indra Bekti, Helvy Tiana Rosa, para pemeran film Ketika Mas Gagah Pergi, WANT Production dan bintang tamu lainnya.

Cara daftar :

REG (spasi) OUN (spasi) NAMA#L/P#No.Hp#GRUP ODOJ(Isi dengan “0” jika bukan ODOJers)#DOMISILI

Kirim SMS ke 0852 1365 6750.

Jazakumullah khairan katsiran.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

-DPP Komunitas One Day One Juz-

*hadiah umroh disponsori oleh www.rihlahwisatacm.com #5139#

Materi SMI 14 Agustus 2015 : Amalannya Beda – Bagian 2

Kawan-kawan SMI.. Ayo, lakukan perekrutan… Hehehe. Jualan. Jualan SMI. Karena Allah. Suruh orang lain ikutan SMI. Daftar SMI. Secara resmi. Biar ga disuapin juga. Biar ga hanya yang dibagi ilmu. Tapi mencari ilmu. Dengan tenaganya, dengan pikirannya, dengan waktunya, dengan gadgetnya, dengan uangnya. Nyari sendiri sama dibagi, beda.

Sebagai peserta SMI, kawan-kawan wajib, kudu, harus, membagi lagi ilmu yang saya berikan dengan izin Allah. Kepada yang lain. Tapi kawan-kawan juga kudu mendorong yang lain menjadi seperti kawan-kawan.

+ Ah, itu mah bisa-bisanya Kamu aja Suf. Supaya banyak yang daftar.

– Hehehe. Ga banget. Saya mah pengen ada tanggung jawab. Kalau ilmu maen dibrodkes begitu saja, tanpa ketertarikan minat, tanpa niat si penerima, kadang tuh suka diskip begitu saja. Suka dilewati. Suka diskrol, pake jempolnya. Ga dibaca. Ga diikuti. Ga jadi sesuatu.

+ Suudzdzon tuh. Ga bae.

– Ya, terserah. Saya kan sama dengan Kamu. Kamu ya kembaran saya juga toh? Apa pembelaannya? Dari pertanyaan Kamu sendiri Sur?

+ Ga ada pembelaan. InsyaaAllah yang gratis kan juga banyak. Lewat Twitter, Fesbuk, Website www.yusufmansur.com, rekaman-rekaman di Youtube, dll. Mudah-mudahan yang bayar ini, memunculkan tanggung jawab minat. Memunculkan tanggung jawab niat. Dalam mencari dan menuntut ilmu.

– Hahaha. Katanya ga ada pembelaan. Ya itu ada pembelaan. Hihihi.

+ Oke deh. Sekarang saya terusin…

– Ahaaaaaiii… Kebiasaan. Kemaren nyela. Terus ujung-ujungnya ngambil alih. Sekarang juga nyela. Terus ngambil alih lagi. Tapi ya silahkan…

***

Saat halal bihalal saya utarakan, bahwa kehadiran buku digital SMI, buku digital SelamatMorningIndonesia, dimaksudkan agar kawan-kawan kemudian belajar. Minimal 2-3x sepekan. Dengan saya. Belajar dari saya. Dan saya pun bisa mengajar kawan-kawan. Sungguh menyenangkan. Semoga diizinkan Allah. Diberikan ridho-Nya. Diberikan kemudahan dan kesaksesan oleh-Nya. Aaamiin.

Sebab ilmu juga adalah sebaik-baik bekal buat hidup dan kehidupan, selain bekal ketaqwaan.

Saat orang menghadapi masalah, ketika sudah ada ilmunya tuh, insyaaAllah jadi enteng.

Contoh, kita kemudian ada ilmu, tentang kisah seseorang yang menerima nasib… Menerima takdir… Tanpa kehilangan kepercayaan dan keyakinan kepada Allah.

Kisah tentang Pak Bintang. Bukan nama sebenernya.

Kisah ini saya kisahkan saat halal bihalal tanggal 9 Agustus kemarenan. Saat kopi darat mereka-mereka yang sudah ikutan SMI dan yang belum daftar.

Bintang dihajar masalah demi masalah. Tapi dia belajar tentang penyebab dia runtuh. Belajar tentang penyebab dia jatuh. Dan itu membuatnya bisa menerima. Lalu menyemangati dirinya untuk menebus kesalahannya dengan mendekatkan diri kepada Allah. Seraya berdoa, agar Allah menyelamatkannya, menyelamatkan keluarganya, menyelamatkan hartanya…

Sebelum saya lanjutkan, lihat kalimat berikut ini… Saya ulangi. Saya beri efek miring…

Bintang dihajar masalah demi masalah. Tapi dia belajar tentang penyebab dia runtuh. Belajar tentang penyebab dia jatuh. Dan itu membuatnya bisa menerima. Lalu menyemangati dirinya untuk menebus kesalahannya dengan mendekatkan diri kepada Allah. Seraya berdoa, agar Allah menyelamatkannya, menyelamatkan keluarganya, menyelamatkan hartanya…

Lihat… Ada ilmu di sana… Bintang dibekali oleh Allah, dihadirkan oleh Allah, ilmu. Bintang membekali dirinya juga, dengan izin Allah, ilmu. Yang dengannya ia bisa melihat kesalahannya, mengetahui kesalahannya, dan akhirnya bisa besar hati menerima.

Betapa efek satu ilmu itu besar sekali pengaruhnya. Belum lagi ilmu-ilmu yang lain. Karena itu, saya senang bisa munculin SMI, setelah munculin yang lain-lain. Semoga semuanya istiqomah dan hanya karena Allah. Aamiin.

Baik saya ulangi lagi… Saya ulangi kisah Bintang. Sebagai pengisahan ilmu. Tujuannya, buat kawan-kawan yang sedang seperti Bintang, jadi kuat. Seperti Bintang. Jadi semangat. Seperti Bintang. Jadi tangguh. Seperti Bintang. Dan mengakar, membaik, ketauhidan dan keyakinannya, kepada Allah. Semakin tebal, meninggi, dan bagus.

***

Bintang dihajar masalah demi masalah. Tapi dia belajar tentang penyebab dia runtuh. Belajar tentang penyebab dia jatuh. Dan itu membuatnya bisa menerima. Lalu menyemangati dirinya untuk menebus kesalahannya dengan mendekatkan diri kepada Allah. Seraya berdoa, agar Allah menyelamatkannya, menyelamatkan keluarganya, menyelamatkan hartanya…

Ibarat lampu digital… Bintang terus melemah lampunya. Kehidupannya merosot, merosot, dan merosot. Redup, redup, dan terus redup.

Ada kan yang sadar, tapi masih ada rumah. Hanya, rumahnya sudah dalam pengawasan bank. Ada yang sadar, tapi sudah ga boleh begini begitu. Ga bisa begini begitu. Misal, mobil yang dikreditnya udah disita. Ga bisa make lagi. Tapi jika ia bayar, berikut dendanya, maka mobil itu dikembalikan, dan ia bisa make lagi.

+ Hahaha, pengalaman ya?

– Loh, loh, loh. Bukannya yang sedang cerita ini Kamu, Sur? Koq nyela?

+ Eh eh eh, iya. Lanjut ya?

– Hehehehe.

***

Nah, Bintang pun demikian. Ibarat lampu digital, menurun terus cahayanya. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4…

Saat 4 inilah ia sadar. Ada ilmu tentang kesalahan dan kebangkitan. Ada ilmu tentang kesadaran dan perbaikan. Ia sadar tentang kesalahannya, dan ia kepengen memperbaikinya, sekaligus mengibarkan bendera setinggi-tinggi dari keinginan ingin bangkit. Ingin bangun. Supaya lampu yang tadinya udah di posisi 4, bisa naik jadi 5, 6, 7, 8, 9, 10… Dan bahkan nembus 100, 1000, 1jt, dst. Bukan saja memberinya cahaya dan terang buat dirinya. Tapi juga bisa menerangi yang lain.

– Oh… Kayak Yusuf Mansur ya, hehehe

+ Alaaaaahhh, muji sendiri. Ga boleh tuh.

– Lah, supaya jadi contoh juga…

+ Cukuplah menceritakan tentang Bintang.

– Ga juga. Belum tentu semua pada bisa mikir. Ada orang-orang yang diizinkan Allah bukan saja sembuh. Tapi kemudian bisa menyembuhkan yang lain. Bukan saja bangun, tapi membangunkan yang lain. Yusuf Mansur itu kayak Bintang. Kelak ia bisa menjadi cahaya bagi yang lain. Maka saya pun berharap kawan-kawan pun bisa seperti Bintang. Bahkan lebih.

+ Ya udah. Sekarang Situ Suf yang nerusin…

***

Di posisi 4, Bintang bertaubat. Bintang minta Allah menutup kesalahan demi kesalahannya. Mengampuninya, memberinya maaf, dan menolongnya. Mengeluarkannya dari kesulitan demi kesulitan. Dan kemudian menjadikannya orang yang bebas dari segala masalah yang menghantuinya, membayanginya, menerornya, merusaknya, dan menghancurkannya.

Bintang mengiba kepada Allah. Dia berjanji memperbaiki dirinya dan ibadahnya. Dia berusaha sekuat tenaga supaya 4 ga jadi 3 jadi 2 ga jadi 1 lalu kemudian 0 dan minus.

+ Ya bener tuh. Banyak orang yang jadi minus. Bahkan memulai dari kondisi minus. Ada yang minus 100, minus 200, ada yang minusnya jutaan, bahkan milyar. Ampun dah.

– Ngomong-ngomong, kapan ini selesainya? Kita berdua saling sela dan saling bicara sendiri. Hehehe.

+ Hehehe, ga juga sih. Kita ini kan mengarahkan pembaca buku SelamatMorningIndonesia dari setiap dialog dan tetesan ilmu.

***

Cukup lama Bintang bisa menahan dirinya di posisi 4. Tidak seperti merosotnya dari bilangan 10. Sangat cepat itungannya.

+ Nah, gini… Kalo merasa jatuh, orang suka merasa cepat.

– Betul. Jika untuk perbaikan, dan naik. Orang terasa dan merasa lama. Kenapa?

+ Sebab pengennya cepet. Perasaan cepet itu bisa jadi yang membuatnya merasa lama. Koq udah taubat lama naiknya? Lama berubahnya? Ga berubah2?

– Betul. Juga kipasan syetan. Syetan menjadikannya seolah-olah lama pertolongan Allah itu datangnya.

Terus gimana Kisah Bintang selanjutnya?

Ikuti terus SMI… Hehehehe..

***

Oya, satu lagi. Jangan lupa artikel dikumpulin. Paling lambat besok ya.

Yang di Yogya dan sekitarnya, kumpul bareng hari Ahad 16 Agustus jam 07.30 di Menara TahfidzQu, Deresan, depannya Masjid Nurul Asri.

-admin-


Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup “Selamat Morning Indonesia” di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke selamat-morning-indonesia+unsubscribe@googlegroups.com.
Untuk mengeposkan ke grup ini, kirim email ke selamat-morning-indonesia@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/selamat-morning-indonesia/80253c10-43f6-42d1-84c7-30b5b7f81796%40googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout